Selasa, 16 November 2010

Kosong

Pernah merasakan sebuah kekosongan? Apa saja. Kekosongan pikiran, kekosongan hati, kekosongan tujuan hidup atau kekosongan untuk mengerti sebuah ruang yang tercerabut.  Semuanya membuat kita menjadi tiba-tiba “mati” dan tidak menemukan apa-apa lagi. Kosong.

Kekosongan itu membuat kita seperti papan tulis bersih tanpa coretan dan penulisnya bingung ingin menulis apa di papan tulis yang masih mulus itu. Ketika kemudian mulai mencoret, karena sedang “kosong” kita tak pernah mengerti apa yang kita tulis.

Seorang filsuf bernama Rene Descartes pernah mengatakan Corgito Ergosum, yang dalam ranah filsafat diartikan dengan ‘saya berpikir, maka saya ada’. Lalu apakah ketika kita sedang kosong dan tidak berpikir [atau memikirkan sesuatu], itu artinya kita tidak ada? Tidak ada secara fisik jelas tidak, tapi kesulitan menemukan hati, menemukan soul, menemukan cinta dan menemukan kehidupan itu sendirilah, yang membuat kita tidak ada. Kita menjadi kosong.

Kosong itu tidak berada pada sebuah ruangan. Kosong itu putih, bersih tapi terasing. Dan saya sedang berada di keterasingan itu. Dan kembali kepada “menjadi ada” itu kini jadi tidak mudah. Saya terasing dan kehilangan ke-ada-an.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar